5/06/2013

Mencoba

Diposting oleh Meyta A di 21.51 0 komentar
kadang hati merasa sepi, maka bacalah ayat suci

kadang hati resah dalam menanti, maka ingatlah jodoh Allah itu pasti

kadang fikiran ini kesana kemari, maka mungkin inilah saatnya berhenti

kadang raga ini tak sejalan dengan hati, maka sekarang harus segera dikompromi

kadang sesuatu yang diharapkan tidak terjadi, maka ingatlah rencana indah Allah menanti



haha sudah ah "sok puitis phase"-nya.. yang diatas cuma sebatas coret-coretan aja.. lumayanlah buat menuhin blog. Bisa dibilang aku emang nggak cocok dengan puisi-puisi-an, mau bukti? Nilai bahasa Indonesia selalu pas-pasan, tiap tryout pasti nilai bahasa Indo yang jeblok T.T  tapi its ok, seenggaknya sekarang aku mau mencoba menjadi seorang yang sok puitis gitu deh...

iya, mencoba... mencoba semua hal positif baru yang sebelumnya aku enggan mencobanya...
if its a positive, why not?? ;)

4/30/2013

Akhirnya Tulisanku Bermutu - BPH (BENIGN PROSTAT HIPERPLASIA)

Diposting oleh Meyta A di 21.33 0 komentar

cuma ingin sekedar sharing, karena dalam bedah urologi, kasus BPH adalah kasus yang paling sering ditemukan terutama pada pasien dengan usia lebih dari 50 tahun, apalagi sel pada kelenjar prostat terus mengalami pertumbuhan seiring umur... semoga bermanfaat :D 

DEFINISI

  Prostat adalah salah satu organ genitalia pria yang terletak di sebelah inferior buli-buli dan membungkus uretra posterior. Bila mengalami pembesaran, organ ini membuntu uretra pars prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar dari buli-buli. Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa 20 gram. Pada umunya hyperplasia prostat terdapat pada zona transisional. Pada usia lanjut banyak pria yang terkena hyperplasia kelenjar prostat. Keadaan ini dialami 50% pria berusia 60 tahun dan kurang lebih 80% pria yang berusia 80 tahun.



ETIOLOGI

  Hingga sekarang masih belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya hyperplasia prostat, tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa hyperplasia prostat erat kaitannta dengan peningkatan kadar DHT dan proses aging. Beberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya hyperplasia prostat adalah
1. Teori dehidrotestoteron
DHT adalah metabolit androgen yang sangat penting dalamn pertumbuhan sel-sel kelenjar prostat. Dibentuk dari testoteron di dalam sel prostat oleh enzim 5αresuktase dengan bantuan koenzim NADPH. DHT yang telah terbentuk berikatan dengan reseptor androgen membentuk kompleks DHT-RA pada inti sel. Selanjutnya terjadi sintesis protein growth factor yang menstimulasi pertumbuah sel prostat. Pada berbagai penelitian dikatakan bahwa kadar DHT pada BPH tidak jaug berbeda dengan kadarnya pada prostat normal. Hanya saka pada BPH aktivitas enzim 5α reduktasi dan jumlah reseptor androgen lebih banyak pada BPH.
2. Ketidak seimbangan antara estrogen-testoteron
Pada usia yang semakin tua, kadar testoteron menurun, sedangkan kadar estrogen relative tetap. Sehingga perbandingan antara estrogen : testoteron relative meningkat. Telah diketahuo bahwa estrogen dalam prostat bereperan dalam terjadinya proliferasi sel-sel kelenjar prostat dengan cara meningkatkan sensitifitas sel-sel prostat terhadap rangsangan hormone androgen. Meningkatkan jumlah reseptor androgen, dan menurunkan jumlah kemarian sel-sel prostat.
3. Interaksi stroma – epitel
Cunha membbuktikan bahwa diferensiasi dan pertumbuhan sel epitel prostat secara tidak langsung dikontrol oleh sel-sel stroma melalui suatu mediator ( growth factor) tertentu. Setalah sel-sel stroma mendapatkan stimulasi dari DHT dan estradiol, sel-sel stroma mensintesis suatu growth factor yang selanjutnya mempengaruhi sel-sel stroma itu sendiri secara intrakrin and autokrin, serta mempengaruhi sel-sel epitel secara parakrin.

PATOFISIOLOGI
  
Pada BPH biasanya ditemukan gejala dan tanda obstruksi dan iritasi. Gejala hipertensi disebabkan hipersensitivitas otot detrusor berarti bertambahnya frekuensi miksi, nokturia, miksi sulit ditahan, dan disuria. Gejala obstruksi terjadi karena detrussor gagal berkontraksi dengan cukup kuat atau gagal berkontraksi cukup lama sehingga kontraksi terputus-putus. Gejala iritasi terjadi karena pengosongan yang tidak sempurna pada saat miksi atau pembesaran prostat menyebabkan rangsangan pada kandung kemih sehingga vesika sering berkontraksi meskipun belum penuh. Gejala dan tanda ini di beri skor untuk menentukan berat keluhan klinis. 
  Apabila vesika menjadi dekompensasi, akan terjadi retensi urine sehingga pada akhir miksi masih diteumukan sisa urine di dalam kandung kemih, dan timbul rasa tidak tuntas pada akhir miksi. Jika keadaan ini berlanjut, pada suatu saat akan terjadi kemacetan total sehingga penderita tidak mampu lagi miksi. Karena produksi urine terus terjadi, pada suatu saat vesika tidak mampu lagi menampung urin sehingga tekanan intravesika terus meningkat. Apabila tekanan vesika menjadi lebih tinggi daripada tekanan sfingter dan obstruksi, akan terjadi inkontinensia paradoks. Retensi kronik menyebabkan refluks vesiko-ureter, hidroureter, hidronefrosis, dan gagal ginjal. Proses kerusakan ginjal dipercepat bila terjadi infeksi. Pada waktu miksi, penderita harus selalu mengedan sehingga lama-kelamaan menyebabkan hernia atau hemoroid. 
Karena selalu terdapat sisa urine, dapat terbentuk batu endapan di dalam kandung kemih. Batu ini dapat menambah keluhan iritasi dan menimbulkan hematuria. Batu tersebut dapat pula menyebabkan sistitis dan bila terjadi refluks, dapat terjadi pielonefritis. 
  Sejalan dengan pertambahan umur, kelenjar prostat akan mengalami hiperplasia, jika prostat membesar akan meluas ke atas (bladder), di dalam mempersempit saluran uretra prostatica dan menyumbat aliran urine. Keadaan ini dapat meningkatkan tekanan intravesikal. Sebagai kompensasi terhadap tahanan uretra prostatika, maka otot detrusor dan buli-buli berkontraksi lebih kuat untuk dapat memompa urine keluar. Kontraksi yang terus-menerus menyebabkan perubahan anatomi dari buli-buli berupa : Hipertropi otot detrusor, trabekulasi, terbentuknya selula, sekula dan difertikel buli-buli. Perubahan struktur pada buli-buli dirasakan klien sebagai keluhan pada saluran kencing bagian bawah atau Lower Urinary Tract Symptom/LUTS. 
  Pada fase-fase awal dari Prostat Hyperplasia, kompensasi oleh muskulus destrusor berhasil dengan sempurna. Artinya pola dan kualitas dari miksi tidak banyak berubah. Pada fase ini disebut Sebagai Prostat Hyperplasia Kompensata. Lama kelamaan kemampuan kompensasi menjadi berkurang dan pola serta kualitas miksi berubah, kekuatan serta lamanya kontraksi dari muskulus destrusor menjadi tidak adekuat sehingga tersisalah urine di dalam buli-buli saat proses miksi berakhir seringkali Prostat Hyperplasia menambah kompensasi ini dengan jalan meningkatkan tekanan intra abdominal (mengejan) sehingga tidak jarang disertai timbulnya hernia dan haemorhoid puncak dari kegagalan kompensasi adalah tidak berhasilnya melakukan ekspulsi urine dan terjadinya retensi urine, keadaan ini disebut sebagai Prostat Hyperplasia Dekompensata. Fase Dekompensasi yang masih akut menimbulkan rasa nyeri dan dalam beberapa hari menjadi kronis dan terjadilah inkontinensia urine secara berkala akan mengalir sendiri tanpa dapat dikendalikan, sedangkan buli-buli tetap penuh. Ini terjadi oleh karena buli-buli tidak sanggup menampung atau dilatasi lagi. Puncak dari kegagalan kompensasi adalah ketidak mampuan otot detrusor memompa urine dan menjadi retensi urine.Retensi urine yang kronis dapat mengakibatkan kemunduran fungsi ginjal.



GAMBARAN KLINIS

Obstruksi prostat dapat menimbulkan keluhan pada saluran kemih maupun keluhan diluar saluran kemih.
1. Obstruksi : karena musculus detrussor gagal berkontraksi dengan cukup lama dan tidak cukup kuat, sehingga kontraksinya terputus-putus dan sangat berpengaruh pada sulitnya permulan miksi.
• Hesitancy : memulai miksi lama, disertai mengejan, karena M. Detrussor butuh waktu beberapa lama untuk meningkatkan tekanan intravesical untuk mengatasi adanya tekanan dalam urethra prostatica.
• Intermitency : aliran kencing terputus-putus karena M. Detrussor lemah dan tidak mampu berkontraksi, sehingga tidak mampu mempertahankan tekanan intravesica sampai proses miksi berakhir. 
• Post Voiding / Terminal Dribbling : perasaan kurang puas setelah miksi, urin menetes.
• Straining : mengejan, bila dilakukan terus-menerus bisa mengakibatkan hemorrhoid dan hernia inguinalis.
• Pancaran urine lemah.
2. Iritasi : karena pengosongan urine yang tidak sempurna / pembesaran prostat sehingga merangsang vesica urinaria untuk segera berkontraksi sebelum penuh (Hipersensitivitas M. Detrussorr)
• Urgency : miksi sulit ditahan karena telah terjadi hipersensitivitas vesica urinaria..
• Frequency : sering miksi.
• Nokturia : sering miksi pada malam hari.
• Disuria : nyeri saat miksi.
3. Pada saluran kemih pada bagian atas adalah berupa gejala obstruksi antara lain nyeri pinggang, benjolan di pinggang( yang merupakan tanda dari hidronefrosis), atau demam yang merupakan tanda dari infeksi atau urosepsis.
4. Gejala diluar saluran kemih biasanya pasien datang ke dokter karena mengeluh adanya hernis inguinalis atau hemoroid


PEMERIKSAAN FISIK

Didapatkan buli-buli yang terisi penuh dan teraba massa kistus di daerah supra simfisis akibat retensi urine. Kadang-kadang didapatkan urine Yang selalu menetes tanpa disadari oleh pasien yaitu merupakan pertanda dari inkontinensia paradoksa. Pada colok dubur diperhatikan 
1. Tonus sfingter ani (reflek bulbo-kevernosus untuk menyingkirkan kelainan buli-buli neurogenik,
2. Mukosa rectum
3. Keadaan prostat, antara lain kemungkinan adanya nodul, krepitasi, konstitensi prostat, simetri antar lobus dan batas prostat.



PEMERIKSAAN PENUNJANG

Laboratorium 

Sedimen urine diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya proses infeksi atau inflamasi pada saluran kemih. Pemeriksaaan kultur urine berguna dalam mencari jenis kuman yang menyebabkan infeksi dan sekaligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa antimikroba yang diujikan. 
Faal ginjal diperiksa untuk mencari kemungkinan adanya penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas, sedangkan gula darah diperiksa untuk mencari adanya diabetes mellitus

Pencitraan

Foto polos perut berguna untuk mencari adanya batu opak di saluran kemih, adanya batu prostat dan kadangkala menunjukkan bayangan buli-buli penuh.

PENGOBATAN

Tidak semua pasien BPH perlu mendapatkan terapi. Apabila gejala LUTS nya ringan, walaupun tanpa diobati dapat sembuh dengan sendirinya, hanya diperlukan nasehat dan konsultasi saja. Tetapi apabila penyakit ini semakin berat dan mengganggu kualitas hidup penderita, maka penderita perlu untuk mendapatkan terapi
Tujuan terapi pada pasien hyperplasia prostat, adalah :
• Memperbaiki keluhan miksi
• Meningkatkan kualitas hidup 
• Mengurangi gejala obstruksi
• Mengembalikan fungsi ginjal jika terjadi gagal ginjal
• Mengurangi volume residu urin
• Mencegah progresifitas penyakit
Ada beberapa cara pengobatan pasien hiperplasi prostat :

a. Watchfull Waiting

• Diindikasikan untuk pasien BPH yang mempunyai skor di bawah 7  keluhan ringan dan tidak menganggu aktivitas sehari-hari
• Pasien hanya diberi nasehat dan penjelasan mengenai sesuatu hal yang memperburuk keluhan, tanpa diberikan terapi, misalnya :
- Jangan mengkonsumsi kopi atau alcohol sebelum makan malam
- Kurangi konsumsi makanan yang mengiritasi buli-buli (kopi, cokelat)
- Kurangi makanan pedas dan asin
- Jangan menahan kencing terlalu lama
- Kurangi penggunaan obat-obatan influenza yang mengandung fenilpropanolamin
• Secara periodic, pasien diminta untuk control dan menanyakan tentang keluhan apakah semakin ringan atau tidak. Jika makin jelek pilihan terapi yang lain
• Selain itu dilakukan pemeriksaan laboratorium, residu urin dan uroflometri

b. Medikamentosa

• Tujuan terapi :
- Mengurangi resistansi otot polos prostat dengan obat-obatan penghambat adrenergic alfa
- Mengurangi volume prostat dengan mengurangi kadar DHT dengan penghambat enzim 5α-reduktase
• Adapun obat-obatan yang dipakai :
1) Penghambat reseptor adrenergic-α
Fenoksibenzamin
Penghambat reseptor adrenergic-α yang ditemukan oleh Caine. Obat ini merupakan penghambat alfa yang tidak selektif untuk memperbaiki laju pancaran miksi dan mengurangi keluhan miksi. Tetapi efek sampingnya adalah komplikasi sistemik, yaitu hipotensi postural dan kelainan kardiovascular
Penghambat adrenergic-α1
Obat ini merupakan obat yang dapat mengurangi penyulit sistemik yang dipunyai oleh fenoksibenzamin dengan cara menghambat α2 dari fenoksibenzamin. Beberapa golongan obatnya : prozasin yang diberikan 2x sehari, terazosin, afluzosin, dan doksazosin 1x sehari. 
Penghambat adrenergic-α1A
Tamsulosin yang sangat selektif terhadap otot polos prostat. Dilaporkan dapat memperbaiki pancaran miksi tanpa mempengaruhi system kardiovaskular
2) Penghambat 5α-reduktase
  Obat ini bekerja dengan cara menghambat pembentukan DHT dari testosterone yang dikatalis oleh enzim 5α-reduktase di dalam sel-sel prostat. Menurunya kadar DHT menyebabkan sintesis protein dan replikasi sel-sel prostat menurun. Obat yang sering dipakai adalah finasteride 5 mg sehari yang digunakan sehari sekali selama 6 bulan
3) Fito farmaka
  Beberapa ekstrak tumbuh-tumbuhan dapat dipakai untuk memperbaiki gejala obstruksi prostat. Diduga fitoterapi ini bekerja sebagai anti androgen, menurunkan kadar sex hormone binding globulin (SBHG), inhibisi fibroblast growth factor dan epidermal growth factor, mengacaukan metabolism prostaglandin, efek anti inflamasi, menurunkan outflow resistance, dan memperkecil volume prostat. Yang banyak di pasaran, pygeum africanum, serenoa repens, hypoxis rooperi, radix urticaria. 

c. Operasi

• Pembedahan
 Merupakan penyelesaian masalah jangka panjang dari penderita hiperplasi prostat. Dapat dikerjakan dengan operasi terbuka, reseksi prostat transuretra (TURP), insisi prostat transuretra (TIUP atau BNI). Pembedahan direkomendasikan untuk :
- Tidak menunjukkan perbaikan setelah terapi medikamentosa
- Mengalami retensi urin
- Infeksi saluran kemih berulang
- Hematuria
- Gagal ginjal
- Timbulknya batu saluran kemih atau penyulit yang lain

• Pembedahan Terbuka

Bebarapa macam teknik operasi prostatektomi terbuka adalah :
- Metode dari Millin  melakukan enukleasi kelenjar prostat melalui pendekatan retropubik infravesika
- Freyer  pendekatan suprapubik transvesika atau transperineal
Prostatektomi Merupakan tindakan paling invasive dan paling tua, tetapi sangat efisien untuk hyperplasia prostat. Diindikasikan untuk prostat >100gr. Penyulitnya berupa inkontinensia urin, impotensia, ejakulasi retrogad dan kontraktur leher buli-buli. Dibandingkan dengan TURP dan BNI, striktura uretra dan ejakulasi retrogad lebih sering terjadi.

• Pembedahan Endourologi

Pembedahan endourologi transuretra dapat dilakukan dengan memakai tenaga TURP (transurethral Resection of the Prostate) atau dengan memakai energy laser. Operasi ini berupa reseksi (TURP), insisi (TIUP), atau evaporasi.
1) TURP 
  Merupakan operasi terbanyak yang dikerjakan di seluruh dunia. Operasi ini lebih disenangi dikarenakan tidak perlu insisi pada kulit perut, masa rawat inap lebih cepat, dan memebrikan hasil yang tidak juah berbeda dengan operasi terbuka. 
   Reseksi kelenjar prostat dilakukan transuretra dengan mempergunakan cairan irigan(pembilas) agar daerah yang direseksi tetap terang dan tidak ditutupi oleh darah. Cairan yang dipergunakan adalah larutan Non ionic, agar tidak terjadi hantaran listrik saat operasi. Sedangakan cairan yang cukup mudah dan murah yaitu H2O steril (aquades), tetapi kerugian dari aquades adalah sifatnya yang hipotonik sehingga dapat masuk ke sirkulasi sistemik melalui pembuluh darah vena yang terbuka pada saat reseksi. Sedangkan penggunaan aqudes yang berlebihan dapat menyebabkan sindrom TURP atau intoksikasi air. Ditandai dengan pasien mulai gelisah, kesadaran somnolen, tekanan darah menigkat, bradikardi. Jika tidak teratasi dapat mengakibatkan edema otak. Untuk menghindari operator harus membatasi diri untuk tidak melakukan reseksi >1 jam. 

   Pada hiperplasi prostat yang tidak begitu besar, tanpa ada pembesaran lobus medius dan pasien yang beumur muda, hanya diperlukan insisi kelenjar prostat atau TIUP (Transuretrhral incision of prostate) atau insisi leher buli-buli  atau BNI (bladder neck incision). Sebelumnya harus disingkirkan kemungkinan adanya karsinoma prostat.
2) Elektrovaparisasi Prostat
   Cara elektrovoparisasi prostat adalah sama dengan TURP, hanya saja tehnik ini memakai roller ball yang spesifik dan dengan mesin diatermi yang cukup kuat sehingga mampu membuat vaporisisai kelenjar prostat. Cara ini cukup aman, tidak banyak menimbulkanperdarahan saat opaerasi, dan masa inap di rumah sakit lebih singkat. Diindikasikan untuk prostat <50gr p="">
3) Laser Prostatektomi
   Terdapat 4 jenis energy yang dipakai yaitu Nd: YAG, Holmium:YAG, KTP:YAG, dan diode yang dapat dipancarkan melalui bare fibre, right angle fibre, atau interstitial fibre. Kelenjar prostat pada suhu 60-65° akan mengalami koagulasi dan pada suhu yang lebih dari 100° C mengalami vaporisasi. 
  Jika dibandingkan dengan pembedahan, pemakaian laser ternyata lebih sedikit mengalami komplikasi, dapat dikerjakan secara poliklinis, penyembuhan lebih cepat, dan dengan hasil yang kurang lebih sama. Sayangya butuh terapi ulang 2% tiap tahun. Kekuranganya adalah tidak dapat diperoleh jaringan untuk pemeriksaan patologi (kecuali pada Ho:YAG), sering banyak menimbulkan disuria bedah, tidak bias miksi spontan setelah operasi. Diindikasikan untuk pasien yang mengalami terapi koagulan dalam jangka waktu lama atau tidak dapat melakukan tindakan TURP karena kesehatanya.

• Tindakan Ivasif Minimal

1) Termoterapi
  Adalah pemanasan dengan gelombang mikro pada frekuensi 915-1296 Mhz yang dipancarkan melalui antenna yang diletakkan dalam uretra. Dengan pemanasan >44° C menyebabkan destruksi jaringan pada zona trasnsisional prostat karena nekrosis koagulasi. Bias dikerjakan tanpa pembiusan. 
   Energy panas yang bersamaan dengan gelombang mikro dipancarkan melalui kateter yang terpasang dalam uretra. Besar dan arah pancaran energy diatur melalui sebuah computer sehingga dapat melunakkan jaringan prostat yang membentu uretra. Morbiditasnya relative rendah, dapat dilakukan tanpa anestesi, dan dapat dijalani dengan pasien yang kondisinya kurang baik jika dilakukan pembedahan. Direkomendasikan untuk prostat yang berukuran kecil.
2) TUNA (Transurethral needle ablation of prostate)
   Memakai energy dari frekuensi radip yang menimbulkan panas sampai 100° C, sehingga menyebabkan nekrosis jaringan prostat. System ini terdiri atas kateter TUNA yang dihubungkan dengan generator yang dapat membengkitkan energy pada frekuensi radio 490 kHz. Kateter dimasukkan dalam uretra melaui sitoskopi dengan pemberian anastesi topical xylocaine sehingga jarum yang terletak pad ujung kateter terletak pada kelenjar prostat. Pasien sering kali mengeluh hematuria, disiuria, retensi urine
3) Stent
   Stent prostat dipasang pada uretra prostatika untuk mengatasi obstruksi karena pembesaran prostat. Stent dipasang intraluminal di antara leher buli-buli dan di sebelah proksimal verumontarum sehingga urin dapat leluasa melewati lumen uretra prostatika. Dapat dipasang secara temporer atau permanen. Yang temporer dipasang selama 6-36 bulan dan terbuat dari bahan yang dapat diserap dan tidak mengadakan reaksi dengan jaringan sekitar.alat ini dipasang atau dilepas dengan endoskopi.
  Diindikasikan untuk pasien yang tidak mungkin menjalani operasi karena resiko pembedahan yang cukup tinggi. Sayangnya setelah pemasangan kateter ini pasien mengeluh keluhan iritatif miksi, perdarahan uretra, atau rasa tidak enak di daerah penis.
4) HIFU (High Intensity Focused Ultrasound)
 Energy panas yang ditujukan untuk menimbulkan nekrosis pada prostat berasal dari gelombang ultrasonografi dari transduser piezokeramik yang mempunyai frekuensi 0,5-10Mhz.energi dipancarkan melaui alat yang diletakkan tranrektal dan difokuskan ke kelenjar prostat. Tehnik ini memakai anastesi umum.

KONTROL BERKALA

   Pasien yang mendapatkan pengawasan (watchfull waiting) dianjurkan control setelah 6 bulan, kemudian setiap tahun untuk mengetahui apakah terjadi perbaikan klinis. Penilaian dilakukan dengan pemeriksaan skor IPPS, uroflometri, dan residu urin pasca miksi. 
  Pasien yang mendapat pengobatan penghambat 5α-reduktase harus dikontrol pada minggu ke-12 dan bulan ke-6 untuk melihat respon terapi. Kemudian setiap tahun untuk melihat perubahan gejala miksi. Penilaianya melalui IPPS, uroflometri, dan residu urin pasca miksi. Kalau terjadi perbaikan gejala tanpa penyulit dilanjutkan pengobatanya. Selanjutnya controlsetelah 6 bulan tiap tahun.
Setelah pembedahan. Pasien harus menjalani control paling lambat 6 minggu pasca operasi untuk mengetahui kemungkinan penyulit. Control selanjutnya setelah 3 bulan untuk mengetahui hasil akhir operasi.
  Pasien yang mendapatkan terapi invasive minimal harus menjalani control secara teratur dalam jangka waktu yang lama, yaitu setelah 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan setiap tahun. Pada pasien yang mendapatkan terapi invasive minimal selain dilakukan pemeriksaan kultur. 

Sumber : Dasar-dasar Urologi (Edisi 3), Penulis: Basuki B. Purnomo, Penerbit: Sagung Seto




WisKul Episode : FOOD TERRACE

Diposting oleh Meyta A di 21.03 0 komentar
    Finally! bisa masukin slide ke map blok 11, dan lantai kamar saya bisa terlihat lagi. Acute Exacerbation Slide Syndrome sudah sembuh, tiket kereta tujuan SOLO JEBRES sudah di tangan, tas sudah terpacking,  baju kotor sudah ditangan mbak londry, buku masuk rak lagi, dan iyaaa.. jangan lupa nanti pas lewat kediri beli pesenan mamah gethuk pisang khas Kediri -___- iya, nyokap ngidam banget ini.
   Okay, kali ini aku mau nge-review tempat makan paling deket sama kosan pertama-ku yakni Food Terrace yang pernah lewat Jalan Mastrip Jember pasti tau laaah... Ada apa aja di Food Terrace? 

 nah yang ini stand "Kedai Palma" yang dijual semacem penyet-penyet-an 
- penyet : tempe,tahu,telor,terong, dsb
- nasinya juga macem2 aku lupa hehe

 Stand "Yah Dhe" isinya paling macem-macem dari nasi goreng biasa sampe steak burger dan hot dog, ada semua guys..

 Nah ini nih yang paling recomended "JAMUR MUTIARA" yang dijual ya olahan jamur gitu ada sate jamur, oseng jamur, orak-arik jamur, pecel jamur, nasi campur, sop jamur, baso jamur.. dsb aduh enak semua deh..


 And the facility??

- 4 TV plasma, yang nggak ada TV dikamar lumayanlah bisa makan sambil nonton TV haha
- Wifi yang kenceng abeess.. Password bisa di minta di Stand Minuman ( stand minuman cuma 1 kok)

- Mushola
- Kamar mandi
- Lapangan parkir depan & belakang


pizza telor pesenanku, nggak jauh beda sama buatanku :p

Mey Recheape : Gurame Pedas Manis

Diposting oleh Meyta A di 17.56 0 komentar
    Assalamu'alaikum  semuanyaa ^.^// kali ini Meta mau bagiin resep gurame pedas manis yang paling simple sedunia... ya inget lah kita anak kosan Indonesia wajib kreatif dengan keterbatasan perdapuran dan pembiayaan atas kesejahteraan gizi. Bener hlo.. aku aja sempet anemi sama gastroenteitis tp alhamdulillah nggak punya gastritis.. Udah udah curcolnya.. lanjut ke guramenya.

   Jadi ceritanya pas hari itu aku nggak ikut belanja ke pasar.. why? nyuci baju kotor seminggu -__- nggak elit banget alasannya. Jadi aku cuma SMS daftar belanjaan dari atap. Kali ini aku cuma bagian masaknya, yg ngurus persiapannya adalah 2 assisten saya yakni Mbak Rinta dan Mamah Citra :D mreka dipaksa buat belajar masak =))  Weslah ayo masak.. 


BAHAN??


GURAME
- 1 ekor gurame segar, minta ibuk penjualnya buat bersihin dulu ya (harga kisaran Rp 20.000,- per ekor, kilonya Rp 40.000,- ribu?? aduh lupa)
- Tepung bumbu 1 bungkus (Rp 4.500,-)
- Air secukupnya
- Lada, garam, air jeruk nipis secukupnya (buat ngrendam)
- Minyak goreng secukupnya (buat goreng)

SAUS
- Tepung MAIZENA yaa bukan tapioka(kanji) sedikit aja
- Saus tomat secukupnya
- Garam, lada, gula sesuai selera
- Sayur secukupnya  = wortel, daun bawang, brokoli, bunga kol, tomat
- 1/2 Bawang bombay
- 2 Cabai merah besar

CARA??


GURAME
1. Cuci bersih guramenya (kita manggilnya si ganteng=gurame) nah kalo si ganteng udah bersih
2. Ambil pisau, lalu iris gurame jadi "Fillet" iris kecil-kecil maksudnya
3. Rendam pakai sedikit air, garam, lada sama air jeruk nipis tadi yaa.. sambil kita ngiris-iris sayur
4. Ambil si ganteng (gurame) masukin ke wadah baru yang udah kita masukin tepung bumbu lalu dibalur
5. Kalo udah dibalur semua pake tepung, panaskan minyak
6. Goreng si Ganteng sampai cakep, sampe warnanya coklat keemasan.. 
7. Tiriskan 

Nah TIPS ya, kalian juga harus waspada sama bagian yang rada tebel, contoh : kepalanya kan tebel tuh, dari luarnya udah coklat-coklat tapi kita juga perlu mikir, kira-kira dalemnya udah mateng belum yaa... 





 SAUS
1. Iris sayurnya sesuai selera, atau contoh :wortelnya di panjang2in tipis, brokoli sama buang kol-nya diiris jadi lebih kecil, tomatnya di potong dadu, daun bawangnya diiris panjang tipis
2. Cincang bawang bombay sesuai selera, iris cabai merah besar jadi panjang-panjang buang isinya
3. Panaskan pan, beri sedikit minyak goreng
4. Masukkan bawang bomay terlebih dahulu, tunggu sampai harum
5. Masukkan cabai, lalu di ikuti sayurnya mulai dari brokoli, bunga kol, wortel, daun bawang lanjut si tomat
6. Tambahkan saus tomat 3 sendok, lada dikit , garam sedikit dulu, gula 1 setengah sedok deh
7. Icip yaa.. 
TIPS : jangan pelit bumbu ya guys, kebanyakan yang lagi belajar masak masih takut-takut buat masukin bumbu, jadinya rasanya nggak terlalu kuat, jadi intinya KALO MASAK MESTI PEDE, dalam artian kalo kalian ngerasa "ADUH ASIIIN" netralisir pake GULA sama AIR kalo kemanisan ya tambah garam gitu... gapapa kali guys, intinya kan belajar sih.. jangan takut salah dan JANGAN PELIT BUMBU
8. Masak sampai sayurnya mateng dan siram si Ganteng pake sausnya :D


VOILA...



nah, resep ini bisa dicoba bareng-bareng guys, jadi yaa hemat dikitlah daripada kalian ke restoran dan langsung tekor akut.

4/27/2013

Alhamdulillah :)

Diposting oleh Meyta A di 08.56 0 komentar

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ-


Pertama-tama,saya ingin mendo'akan dua orang yang cukup saya kagumi yakni 
Alm. mas Kevin Anggana Monda dan Alm. Ustadz Jefry Al Bukhori, semoga 
amal dan ibadah dari almarhum beliau diterima disisi Allah SWT. Amin.



So, are you ready to read my story? Take a seat and some drinks, popcorn, 
chips, muffin or something.. hahha kidding :p Okay lets go..

You remember right about someone I called "Iron man"? not Tony stark or 
Robert Downey Jr. but its someone else, and I think... he dumped me and of course 
I was so be damsel in distress hahha and when I was so down and sad and 
wish I just can fly to malang and kick his *ss UPS kidding. There he came....

a boy with all his promising future, talent, sweet attitude, and all romantic things.
He asked me to go out, I refused him of course, but he was so insist to meet me, 
so I offered him to meet me when Odit and I tried playing(?) basket in 
Central Park ( okay, alun-alun). And here we met him, the first time, 
its kind of wierd things and 2 days after we met, he asked me to be his girlfriend??????
CRAZY! YES! I refused of course, I didn't even know him! And he tried to convinced me 
bla bla bla bla bla and he wanted me to try first. A loong debate... finally I said yes, 
for some girl who never have a boyfriend you should be super duper happy.... 
But for me?
when I'm home I was FRUSTATED! WHAT I'VE DONE! WHAT HAPPENDED 
WITH MY HEAD!! AND MY HEART?
I FEEL GUILTY, STUPID, AND "REGRET" this is kills me!

And 2 days after I said that stupid "yes" I can't stand it anymore, okay I GAVE UP, 
so I told him " Its better if we just be a friend, I don't want to be your girlfriend "
NYESSSS.... its feel like I could breath again, and my heart free from all those 
guilty, regret and sadness feel.

Ya Allah... I was so regret... I won't do that thing anymore, all this time I thought having a 
boyfriend is all I want, but now? I understand everything (of course not all).. 
Allah always have a better plan for me, and this lesson is....
mmmm... I don't know what to say.. except 

"Alhamdulillah...." and "Astaghfirullah...."

I hope Allah SWT will forgive me, all this time I was so stupid and reckless...
Its time to myself realize, and from now? I'll try to be a better person...

And of course, I really thankfull to this 


and


this book make realize that be a muslimah is so hard, but its not impossible... 
and lets keep and locked our heart only for Allah SWT , Nabi Muhammad SAW 
our family, our husband, and our future kids :)

Best regards
Meita, 

4/26/2013

COMING SOON ;)

Diposting oleh Meyta A di 06.35 0 komentar
   Okay, I have Urology Blok Exam in one hour, let me repeat "ONE HOUR" hahha wish me luck guys... and after I have my exam, I'll tell you about how this book save me from "GALAU" and "BOYFRIEND" things :p


authored by Ustadz Felix Siauw --> http://felixsiauw.com/home/

4/18/2013

OOH I AM SO BACK!!!!!

Diposting oleh Meyta A di 11.22 0 komentar
    Jangan pikir aku habis melancong ya, jangan asal nodong minta oleh2 jugak. So, Emang meta darimana sih? hahaha orangnya sih nggak kemana-mana tapi hatinya dari sebulan yang lalu melancong ke Malang, nggaya banget nggak sih nih hati, pakek sok-sok-an ke Malang segala. So, ceritanya ini hatinya meta udah mbalik nih.. yaaa meski dalam keadaan nggak utuh sih, jadi nanti habis ujian blok ini niatnya meta mau jemput hatinya meta di Malang sekalian mau mungutin sisa-sisa hati yang berserakan gituu hahahaha... tapi senggaknya hatinya mbalik wes.. 
   Jek sempet-sempete yo wong hepatitis(inflamasi di hati) nulis blog? halah yowes talah jarno ae... (terjemahan: orangnya lagi sinting, jangan deket-deket ya) tapi seenggaknya ini udah clear gitu hlo... nggak abu-abu terus kayak kemaren, hak atas kejelasan atas suatu hubungan itu memang layaknya dituntut kok, before its to late you know... karena kalo ini semacem hepatitis beneran dan penyakitnya udah sampe tahap yang kritis lak yo bahaya. Jadi senggaknya sekarang udah ter-diagnosa dengan pasti bahwa : status single kongenital masih belum terkoreksi.
     Dan satu lagi, sekarang saatnya mengganti playlist kembali ke sperti semula

1 bulan ini...


AND I AM SO BACK TO THEM \m/


lapo? kaget? you don't know me at all B)
 

MEY PAGE Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review